Satpol PP Jaring Siswi SMP, Meski Kesusahan Ibu Tak Rela Anaknya Nyambi Jadi PSK

SULUH.ID, TANGERANG SELATAN – Satpol PP Tangerang Selatan Menjaring seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama SMP menjadi Penjaja Sek Komersial (PSK).

Hal tersebut diungkapkan Ghufron Falfeli selaku Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, dalam operasi penegakan Perda 7/8 tahun 2005 pihaknya mendapat 7 orang diduga PSK dan 3 pasangan bukan suami istri.

Dalam melancarkan aksinya para terduga PSK tersebut memanfaatkan aplikasi pesan singkat jejaring sosial MiChat.

“Berdasarkan keterangan yang kami gali, awalnya mereka tidak mengenal satu sama lainnya. Namun karena sering menginap di hotel tersebut mereka membuat semacam komunitas,” papar Ghufron.

lebih lanjut, Ketujuh orang terduga PSK tersebut secara swadaya menyewa tiga kamar sekaligus untuk memuluskan aksinya.

“Dua kamar mereka pakai untuk melayani tamu. Satu kamar mereka pakai untuk berkumpul dan mereka patungan untuk membayar tiga kamar itu,” imbuhnya.

Baca Juga  Februari Polda Jateng Launching ETLE Di Wilayah Jawa Tengah

Ia mengungkapkan, ketujuh orang terduga PSK tersebut dikembalikan kepada orangtua untuk dilakukan pembinaan.

loading...

“Karena masih di bawah umur kami minta kepada keluarga untuk menjemputnya. Dan dibuatkan pernyataan kesanggupan untuk melakukan pembinaan terhadap anak – anak tersebut,” papar Ghufron.

Hati STN (38) hancur tatkala mendatangi kantor Satpol PP dan mendapati putrinya yang masih SMP kejaring razia. Lebih parah siswi SMP ini ternyata terjaring operasi lantaran menjadi PSK di sebuah hotel di Tangerang Selatan.

Kepada petugas STN mengaku tak tahu jika selama ini putrinya yang masih duduk di kelas 2 SMP nekat jual diri kepada pria hidung belang. Menurut pengakuan putrinya, ia menceritakan kalau selama ini putrinya membuat konten youtube dengan teman-temanya.

“Sumpah dia bilangnya mau buat konten youtube sama temen – temennya. Saya enggak tau kalau dia jual diri,” kata STN saat menjemput putri kesayangannya tersebut di Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Minggu (4/10/2020).

Baca Juga  Shuniyya : "GUS DUR" Perjuangkan Agama Konghuchu Demi Ke-Binekaan

Tangis kekecewaan STN pun pecah di hadapan para petugas yang merazia putrinya. Kendati hidupnya memang sedang kesusahan, namun STN mengaku tak rela putrinya mencari uang dengan menjadi seorang PSK.

Dengan berurai air mata STN menyesalkan tingkah anak perempuannya tersebut.

“Kamu kenapa? Sudah kamu sekolah aja biar mama yang cari biaya. Ade, mama enggak ikhlas dunia akhirat kalau kamu dapat uang dari jual diri. Biarin mama aja yang capek,” ucapnya terdengar lirih.

Bahkan STN sempat jatuh pingsan saat petugas menunjukan barang bukti beberapa alat kontrasepsi yang didapati dari tas putrinya tersebut.

“Ade, papah pasti liat apa yang ade perbuat. Kasian papah ade,” kata STN tampak tubuhnya lunglai.

Baca Juga  FORKOM RELINKO Lakukan Penyelamatan Lingkungan di Sepakung Banyubiru



LMPS/JJID/SLH

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *